Monitoring Kegiatan Asuransi Ternak, PT. Jasindo dan Distanpangan Langkat Pasang Eartag Sapi

Foto : Usai pemasangan eartag di Kelompok Pelita I Desa Baja Kuning Kec. Tanjung Pura

Dalam rangka monitoring kegiatan Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) Tahun 2021 di Kabupaten Langkat, Pihak PT. Jasindo Cabang Medan turun ke Kabupaten Langkat pada Senin (6/9). Hal ini dilakukan menindaklanjuti setelah adanya refocusing Dana APBN Kegiatan AUTS/K di Direktorat Pembiayaan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan RI. Dimana seharusnya pada Tahun 2021 ada 150.000 ekor sapi/kerbau yang bisa diasuransikan dengan memproleh dana subsidi Pemerintah, namun direfocusing menjadi 100.000 ekor. Untuk itu harus dilakukan monitoring yang menyeluruh agar sapi/kerbau yang akan didaftarkan di penghujung tahun ini adalah benar-benar sapi yang sehat dan sesuai persyaratan yaitu dengan memiliki nomor identitas berupa nomor telinga (eartag).

Foto : Pemasangan eartag di Kelompok Melati Sub Peternakan Desa Pematang Serai
Kec. Tanjung Pura

            Monitoring pada kali ini dilaksanakan di 3 kelompok yang berada di Desa Pematang Serai dan Desa Baja Kuning Kecamatan Tanjung Pura. 2 kelompok di Desa Pematang Serai yaitu Kelompok Melati Sub Peternakan dan Kelompok Mekar, sedangkan 1 kelompok di Desa Baja Kuning yaitu Kelompok Pelita I. Ketiga kelompok ini adalah penerima bantuan ternak sapi dari APBD I dan sudah beberapa tahun ini aktif ikut asuransi ternak. Namun ada nomor telinga yang lepas, maka dari itu dilakukan pemasangan nomor eartag baru.

            Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Langkat, Henri Tarigan, S.Pt, MMA menyambut baik monitoring yang dilakukan oleh Pihak PT. Jasindo Medan. “Kami mendukung dilaksanakan monitoring kegiatan AUTS/K di Kabupaten Langkat agar target yang telah di tetapkan oleh Pemerintah Propinsi dapat tercapai”, ujar Henri. Sebagaimana diketahui bahwa target asuransi ternak kabupaten Langkat pada tahun 2021 ini adalah sebanyak 1.800 ekor. Dan sampai Akhir Agustus kemarin baru tercapai 669 ekor.

            Sementara itu, Marketing PT. Jasindo Medan, Lisa Anggraini mengatakan bahwa monitoring ini sebenarnya sudah sejak lama akan direncanakan namun mengingat kondisi yang tidak memungkinkan akibat pandemi Covid 19 maka baru bisa terlaksana pada bulan September ini. Ini kami lakukan untuk memastikan ternak yang diasuransikan tersebut adalah ternak yang sehat dan memenuhi persyaratan lainnya yaitu betina, berumur minimal 12 bulan dan memiliki nomor identitas. Turut mendampingi pada kegiatan monitoring kali ini drh. Ashadi Mazlan (Kasi Usaha Peternakan), drh. Titiek Usfah Laily (Kepala UPT Puskeswan Langkat Hilir) dan Riat Sabarudin (staf Seksi Usaha Peternakan). (AMz)